METRO – SMA Negeri 5 Metro kembali mencatatkan pencapaian luar biasa di sektor kebahasaan. Sekolah menengah atas yang terletak di Kota Metro ini secara resmi mendapatkan status “Sangat Unggul” dalam pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka. Prestasi ini menggarisbawahi dedikasi sekolah dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia serta literasi siswa-siswinya.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Lampung yang bekerja sama dengan SMAN 5 Metro dalam mengadakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka pada hari Kamis, tanggal 13 Agustus 2026.
Kepala SMAN 5 Metro memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada siswa-siswa dan guru pendamping atas usaha keras yang menuju keberhasilan ini. Pihak sekolah menegaskan bahwa penguatan literasi bahasa menjadi salah satu prioritas utama dalam pengembangan karakter dan kompetensi siswa pada era modern.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tri Nurul Fajarotun, S. Kom,M. T. I, mengapresiasi antusiasme siswa serta memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Pihak sekolah memastikan bahwa program persiapan masa depan tidak berhenti di sini. Bagi siswa yang belum berkesempatan mengikuti ujian di gelombang pertama, sekolah telah mengatur untuk melibatkan mereka dalam sesi UKBI berikutnya.
Melalui kolaborasi yang erat dengan Balai Bahasa Provinsi Lampung ini, SMAN 5 Metro berharap hasil pemetaan UKBI dapat terus mendorong siswa agar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga semakin percaya diri dan bangga dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan terhormat.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk perhatian sekolah terhadap masa depan lulusan mereka. Dengan memberikan sertifikasi UKBI kepada siswa, SMAN 5 Metro ingin memastikan bahwa para lulusannya memiliki nilai lebih dan portofolio kebahasaan yang resmi untuk mendukung pendidikan tinggi serta karier mereka.
Mengusung semboyan “Teruji Lebih Terpuji”, uji kemahiran ini dirancang untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi mengukur tingkat keahlian berbahasa Indonesia siswa, baik dalam aspek lisan (mendengar dan berbicara) maupun tulisan (membaca dan menulis).
Hasil ujian perdana ini tergolong sangat memuaskan. Skor tertinggi diraih oleh Na’aila Khoirunnisa dengan 703 poin, yang membawanya meraih predikat Sangat Unggul. Prestasi membanggakan ini diikuti oleh banyak siswa lainnya yang berhasil mendominasi kategori predikat Unggul dan Madya. (Red)




























