Metro, Lampung – Pelaksanaan hari pertama Ujian Tatap Muka (UTM) mahasiswa dari berbagai wilayah layanan Universitas Terbuka (UT) yang meliputi Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur, dan Kabupaten Lampung Tengah berlangsung lancar, tertib, dan kondusif di SMK Muhammadiyah 1 Metro, Jl. Tawes, Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, pada Sabtu (20/06/2026).
Peserta keseluruhannya yang mengikuti berkisar dua hingga tiga ratusan mahasiswa mengikuti ujian ini diselenggarakan secara serentak di Sekolah yang telah ditetapkan oleh pihak Universitas Terbuka.
Supri Pantia pelaksana ujian dari SMK setempat menyampaikan bahwa secara umum tidak ditemukan kendala berarti selama hari pertama pelaksanaan. Tingkat kehadiran peserta terpantau tinggi, sementara sarana dan prasarana ujian berfungsi dengan baik sehingga proses ujian dapat berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama Ujian Tatap Muka berjalan lancar. Para peserta hadir dengan tertib dan seluruh panitia bekerja sesuai tugas masing-masing. Kami berharap kondisi ini dapat terus terjaga hingga hari terakhir pelaksanaan ujian yaitu dua hari , hari ini dan esok,” ujarnya di Sekolah setempat.
Dengan terlaksananya hari pertama ujian secara lancar, diharapkan seluruh rangkaian Ujian Tatap Muka Universitas Terbuka di wilayah Metro, Lampung Timur, dan Lampung Tengah dapat berlangsung sukses serta menghasilkan proses evaluasi akademik yang berkualitas dan berintegritas.
Adapun yang mengikuti yaitu, UT Pekalongan, Sekampung, Sukadana dan Punggur.
Supri mengutarakan, pelaksana ujian memang dilaksanakan di SMK itu setiap tahunnya. Dan untuk jumlah peserta iya tidak bisa merinci secara pasti jumlah nya, yang jelas berkisar antara 200 sampai 300 peserta.
Pelaksanaan ujian berlangsung dengan tertib dan lancar. Sebelum ujian dimulai, peserta melakukan registrasi dan verifikasi identitas. Pengawas ruang memastikan seluruh peserta mematuhi tata tertib ujian, sementara panitia terus memantau pelaksanaan di setiap lokasi guna mengantisipasi kendala teknis maupun administratif. (Red)




























