Metro – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun
2026 yang mengusung tema
“Sayang Anak, Lindungi dan
Bangun Masa Depan”,
Pemerintah Kota Metro melalui
Dinas Pemberdayaan
Perempuan, Perlindungan Anak,
Pengendalian Penduduk, dan
Keluarga Berencana (DP3AP2KB)
menggelar Kampanye Stop Perkawinan Anak, Stop Bullying, serta Sahabat Baik Anti Narkotika, Psikotropika, dan Zat
Adiktif Lainnya (NAPZA) di SMA Negeri 4 Metro, Rabu
(22/7/2026).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Metro, Dinas Kesehatan Kota Metro, dan BNN Kota Metro itu dibuka oleh Wali Kota Metro yang diwakili
Kepala DP3AP2KB Kota Metro, Silfia Naharani.
Kampanye tersebut merupakan wujud
komitmen Pemerintah Kota Metro
dalam menciptakan lingkungan
yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak serta remaja agar mampu meraih masa depan yang lebih
baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan itu, puluhan
siswa diberikan edukasi
mengenai pentingnya memanfaatkan masa remaja untuk membangun mimpi, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan masa depan melalui berbagai aktivitas positif. Para pelajar juga diajak menjadikan sekolah tidak hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter,
peningkatan kepercayaan diri,
dan penguatan tekad dalam
meraih cita-cita.
Pada kesempatan tersebut, Silfia Naharani memperkenalkan inovasi Sekolah Keluarga Sai Bangga, program yang dikembangkan sebagai ruang belajar, pusat edukasi digital terpadu, sekaligus wadah pendampingan bagi masyarakat dalam membangun keluarga yang berkualitas dan tangguh guna mendukung terwujudnya Kota Layak Anak.
Program tersebut difokuskan pada penguatan ketahanan keluarga melalui pendekatan Saling Asah dan Saling Asih, dengan layanan berupa edukasi pengasuhan positif, pencegahan stunting, peningkatan peran orang tua, serta bimbingan yang dapat diakses masyarakat.
Silfia juga mengajak para pelajar memanfaatkan masa muda dengan membangun karakter dan meningkatkan harga diri melalui berbagai kegiatan positif, seperti Pramuka dan Generasi
Berencana (GenRe).
“Hari ini setelah mengikuti hipnosis motivasi, jadikan diri kalian sebagai pribadi yang memiliki martabat dengan
meningkatkan kepercayaan diri melalui berbagai kegiatan positif seperti Pramuka maupun GenRe,” ujarnya.
la menambahkan, DP3AP2KB juga menyediakan layanan konsultasi bagi pelajar yang mengalami persoalan atau
merasa tidak nyaman. “Kami
selalu berupaya melindungi
kalian dari berbagai bentuk kekerasan, namun kami juga membutuhkan agen perubahan yang berasal dari diri kalian sendiri.
“Semoga hari ini menjadi
titik awal yang lebih baik untuk mewujudkan visi dan cita-cita
kalian,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan
DP3AP2KB Kota Metro, Diah
Meirawati, menegaskan bahwa
pencegahan perkawinan anak
membutuhkan sinergi antara
keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.Menurutnya, remaja perlu diberikan ruang untuk berkembang melalui berbagai kegiatan positif agar memiliki tujuan hidup yang jelas dan tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat merugikan masa depan. (**)




























