METRO LAMPUNG – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Mathla’ Un Nur. Ratusan santri, wali murid, serta tokoh masyarakat berkumpul untuk menghadiri acara Selamatan dan Pengajian Haflah Akhirussanah (perayaan akhir tahun ajaran) sekaligus wisuda santri yang digelar di pondok setempat, Kelurahan Banjar Sari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro Lampung, pada Jum’at malam, (03/07/2026).
Acara yang menjadi agenda tahunan ini puncaknya diisi dengan mauidhoh hasanah (ceramah agama) yang di isi oleh K.H.Muchayat serta doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya masa pembelajaran para santri di tahun ajaran ini.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Mathla’ Un Nur,kyai Heri Suwarto,S.H.I.,M.Pd, menyampaikan pesan mendalam kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikannya. Beliau menekankan pentingnya menjaga akhlak dan mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Haflah Akhirussanah ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan gerbang awal bagi kalian untuk terjun dan mengabdi di masyarakat. Kami, para guru dan pengasuh, hanya bisa mendoakan, semoga ilmu yang didapat selama di pondok pesantren bermanfaat, barokah, dan mampu menjadi penerang di mana pun kalian berada,” ujar Heri dalam sambutannya.
Beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para orang tua atau wali santri yang telah memercayakan putra-putrinya untuk menimba ilmu agama di Mathla’ Un Nur. Menurutnya, sinergi antara pesantren dan orang tua adalah kunci utama keberhasilan pendidikan karakter anak.
Dengan terlaksananya acara ini, Pondok Pesantren Mathla’ Un Nur kembali berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan berakhlakul karimah.

Ditempat yang sama dalam sambutannya Walikota Metro yang diwakili Kabag Kesra, Abu Mansur Al Maturidi, S.E. menyampaikan semoga kita selalu Istiqomah menjalankan segala perintah dan sunnah-sunahnya dan telah kita semua termasuk golongan umat yang beruntung yang memperoleh syafaatnya.
“Atas nama Pemerintah Kota Metro saya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini. Kita semua berdoa semoga pengajian ini dapat berlangsung penting dan lancar sesuai dengan harapan kita bersama,” ujarnya.
Dirinya mengajak kita semua wabil khusus diri nya sendiri untuk bersama-sama menanamkan serta mengamalkan nilai-nilai alquranul Karim di dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana kita ketahui istilah haplah tentunya tidak asing lagi bagi umat Islam Indonesia lebih khusus di kalangan pondok pesantren. keberadaan kegiatan ini dimungkinkan karena haflah khairusana dilaksanakan setelah impian setelah ujian jadi liburan ini ditujukan untuk membuat suasana santai setelah melaksanakan haplah.
Tentunya makna pelayanan perayaan sebagaimana cara yang diselenggarakan oleh pondok pesantren mathlaul nur ini mengandung makna yang tidak hanya bersifat perayaan saja namun juga mengandung dimensi ukhuwah islamiyah serta membawa pesan moral dan sosial yang penting yaitu kemauan untuk mengevaluasi dan mengkoreksi diri terhadap apa-apa yang sudah dilaksanakan dalam satu tahun terakhir ini tentunya.
Santri pondok pesantren dapat membuktikan diri selain berhasil meraih berbagai prestasi dalam bidang keagamaan juga berhasil dalam bidang pendidikan nasional berbagai keberhasilan tersebut tentunya tidak datang dengan sendirinya akan tetapi diraih dengan kerja keras para pengasuh dan pembimbing serta penerapan sistem dan lingkungan fasilitas yang memadai.
“Untuk itu saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sertinggi tingginya kepada pengasuh pondok pesantren atas segala dedikasinya dalam meningkatkan pengetahuan keimanan dan ketakwaan umat Islam khususnya generasi muda kita,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Metro, Kiai Ismail pun menyampaikan tugas NU itu tidak banyak, tugas NU itu hanya dua, satu soal keagamaan Islam ahlussunnah Wal jamaah yang kedua soal kenegaraan, negara kesatuan Republik Indonesia. Jadi antara Islam ahlussunnah Wal jamaah dan negara kesatuan Republik Indonesia di NU tidak bisa dipisahkan.
Selain itu, Ketua NU ini menegaskan bahwa di pondok ini tidak terjadi seperti yang ada di medsos, seperti kita ketahui viral kekerasan dan sebagainya
“Kita NU tidak ada, yang ada perlindungan tidak ada kekerasanl tidak ada fanatisme buta tidak ada radikalisme tapi di sini diajarkan Islam sunah Wal jamaah,” tegas Ketua NU Metro.
Acara ini dihadiri Ketua NU Oku Selatan, Ketua PCNU Kota Metro, Ketua MUI Kota Metro, lurah Banjarsari para kyai ustadzah ustaz tenaga pengajar pondok pesantren, panitia pelaksana para santri, serta kaum muslimin muslimat. (**)




























