Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, Memimpin Acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Pada Tahun 2026

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

METRO LAMPUNG — Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, memimpin acara peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 pada tahun 2026 yang diadakan bersamaan dengan penyerahan satu sertifikat dan empat penghargaan di depan Kantor Wali Kota Metro, pada hari Senin (29/06/2026).

Dalam momen tersebut, Pemerintah Kota Metro memberikan penghargaan kepada SMA Ahmad Dahlan Kota Metro sebagai Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Pencerah, serta Kelurahan Yosomulyo yang diakui sebagai Kampung Keluarga Berkualitas Tahun 2026. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Kelurahan Yosorejo sebagai Juara I dalam program Rumah Data Kependudukan, Kelompok Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga yang menerima Sertifikat Halal, dan Widiyawati, S. Pd sebagai sosok Perempuan Kepala Keluarga yang inspiratif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada upacara yang berlangsung, Wali Kota Metro membacakan sambutan resmi dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S. Ag. , M. Pd. , yang mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Keluarga Nasional sebagai kesempatan untuk merenungkan dan memperkuat ketahanan keluarga.

“Hari ini bukan sekadar tanggal untuk sebuah upacara; ini melambangkan jeda budaya dan introspeksi nasional. Mari kita renungkan rumah kita dan tanyakan pada diri sendiri, apakah keluarga kita adalah tempat berlindungan yang aman dan tangguh yang dapat melahirkan calon-calon juara di masa depan?” kutipan dari pidato Menteri yang disampaikan oleh Bambang.

Bambang menerangkan bahwa keluarga berfungsi sebagai dasar utama dalam menghadapi tantangan Era VUCA yang ditandai dengan perubahan yang cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan tantangan yang lahir dari kemajuan teknologi digital.

“Teknologi digital yang mengganggu dan perubahan nilai-nilai sosial menerobos ke dalam keluarga tanpa permisi melalui perangkat yang dipegang oleh anak-anak kita. Jika suatu keluarga tidak kuat, arus waktu ini akan dengan mudah menghancurkan masa depan mereka,” katanya.

Oleh sebab itu, Bambang menekankan bahwa ketahanan keluarga kini bukanlah opsi tambahan, melainkan suatu kebutuhan mendesak dan menjadi perhatian yang sangat penting bagi masa depan Indonesia, karena kualitas keluarga akan berpengaruh signifikan terhadap kualitas generasi mendatang.


“Kita berada dalam momen bersejarah yang disebut Bonus Demografi. Ini adalah peluang yang bisa mengangkat Indonesia menjadi kekuatan ekonomi global. Namun, jika ledakan usia produktif tidak dikelola dengan baik, maka bisa berubah menjadi krisis demografi dengan tingginya angka pengangguran dan keruntuhan stabilitas sosial,” ucapnya.

Sehingga, pembenahan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak dapat ditunda, dan hal ini harus dimulai bukan dari sekolah atau tempat kerja, tetapi dari dalam rahim ibu dan proses pengasuhan di dalam keluarga. “Agar kita dapat memanfaatkan bonus demografi ini, kita perlu memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga yaitu Kesehatan, Pendidikan Karakter, dan Ketahanan Mental,” imbuhnya.

Dalam aspek kesehatan, Bambang mengungkapkan pentingnya menyelesaikan masalah stunting dengan memastikan pemenuhan gizi dalam 1. 000 Hari Pertama Kehidupan yang harus menjadi gerakan nasional di setiap rumah tangga.

Selain itu, rumah diharapkan menjadi tempat fundamental dalam pembentukan karakter anak dengan menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan disiplin agar mereka dapat menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Ketahanan Mental adalah yang ketiga. Jadilah tempat perlindungan emosional yang stabil di tengah era yang dipenuhi tekanan, agar anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang tangguh dan tidak mudah putus asa,” jelas Bambang.

Menteri juga memberikan perhatian lebih pada peran ayah di dalam keluarga, yang kehadirannya tidak seharusnya hanya secara fisik, tetapi juga harus terlibat secara emosional dalam perkembangan anak-anak.
“Jangan biarkan anak-anak kita berkembang dalam fenomena negara tanpa sosok ayah, di mana ayah hadir fisik tetapi absen dari segi psikologis,” kata Menteri dalam pidato yang dibacakan oleh Wali Kota.

Bukan hanya itu, dalam orasinya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN menegaskan bahwa orang tua perlu menghindari ketergantungan pada gawai dalam mengasuh anak.

“Tempatkan perangkat elektronik Anda di rumah, dekati anak-anak Anda, ajak mereka untuk berbincang, dan batasi penggunaan layar mereka hanya untuk aktivitas yang bermanfaat,” tambahnya.

Pidato tersebut juga memberikan peringatan bahwa berbagai masalah sosial seperti tawuran, bullying, pergaulan bebas, dan penyalahgunaan narkoba menjadi sinyal bahwa peran keluarga harus terus diperkuat.

“Oleh karena itu, saya mengajak para orang tua untuk menjadikan rumah sebagai tempat teraman dan ternyaman bagi anak-anak, sehingga keluarga bisa menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai ancaman sosial,” serunya.

Di akhir pidato, Menteri mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk memperbaharui cara pandang bahwa keluarga adalah sumber dari setiap kebijakan pembangunan nasional.

“Marilah kita bersama-sama membangun keluarga Indonesia yang sehat, pintar, dan berkarakter baik di tengah tantangan zaman VUCA ini agar siap menghadapi Bonus Demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Kota Metro, Silfia Naharani, menyatakan bahwa peringatan HARGANAS yang ke-33 menjadi kesempatan untuk kembali menekankan pentingnya penguatan peran keluarga dalam menghadapi bonus demografi.

Silfia juga menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kehadiran seorang ayah memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan anak, sehingga keterlibatan ayah dalam pengasuhan perlu ditingkatkan.

“Selama ini, tugas pengasuhan sering kali hanya ditanggung oleh ibu. Sementara kehadiran ayah sangat penting, mulai dari mengambil rapor anak sampai mendukung proses pengasuhan. Dalam ajaran agama, ayah adalah pemimpin keluarga yang harus menjadi contoh. Jika ini dilaksanakan dengan baik, maka visi Kota Metro dan Indonesia Emas 2045 akan lebih mudah tercapai,” ungkapnya.

Silfia juga menambahkan, jika hal tersebut dapat direalisasikan dan menjadi teladan yang baik, maka generasi emas akan dapat terbentuk dengan baik untuk Kota Metro dan tentu saja untuk Indonesia Emas 2045. (ADV)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kabar Gembira, Program Diskon Keringanan Pajak dan Balik Nama Kendaraan Diperpanjang 1 September sampai 31 Oktober 2026
Raih Peringkat 3 Mini Soccer Tingkat Nasional, SMP Negeri 7 Metro Sekolahnya Para Juara
Kisruh Masa Pengabdian di UNISLA Metro, Dosen WA Mengaku Terjebak Aturan
SMA Negeri 4 Metro Gelar Workshop Antisipasi Kenakalan Remaja di Era Digital
308 Menggema di Kota Metro, Tekab Presisi Teguhkan Komitmen Lindungi Masyarakat
Sampah di Pusat Daur Ulang (PDU) Rejomulyo Metro Selatan Mendapat Sorotan Tajam Dari DPRD
Lapas Kelas IIA Metro Penuhi Hak Warga Binaan Terutama Berpartisipasi Dalam Proses Demokrasi
Kemeriahan HUT RI ke-81 Tahun, Anak-anak Rusunawa Metro Timur Riuh Ikuti Lomba
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:08 WIB

Kabar Gembira, Program Diskon Keringanan Pajak dan Balik Nama Kendaraan Diperpanjang 1 September sampai 31 Oktober 2026

Jumat, 11 September 2026 - 13:38 WIB

Raih Peringkat 3 Mini Soccer Tingkat Nasional, SMP Negeri 7 Metro Sekolahnya Para Juara

Sabtu, 5 September 2026 - 09:51 WIB

Kisruh Masa Pengabdian di UNISLA Metro, Dosen WA Mengaku Terjebak Aturan

Kamis, 3 September 2026 - 11:13 WIB

SMA Negeri 4 Metro Gelar Workshop Antisipasi Kenakalan Remaja di Era Digital

Kamis, 3 September 2026 - 09:53 WIB

308 Menggema di Kota Metro, Tekab Presisi Teguhkan Komitmen Lindungi Masyarakat

Berita Terbaru