Bandar Lampung — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Ni Ketut Dewi Nadi, mengungkapkan tekadnya untuk terus mengawasi pembangunan infrastruktur jalan agar dapat berjalan dengan lancar dan memberikan keuntungan bagi masyarakat menurut pernyataannya. Selasa (7/4/2026).
Dia juga menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pemerintah Provinsi Lampung dalam proyek pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari usaha meningkatkan konektivitas serta kesejahteraan warga.
“Kami memberikan dukungan kepada langkah Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan. Program ini diharapkan memberikan hasil yang baik bagi masyarakat,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, DPRD melalui fungsi pengawasannya akan terus berperan aktif untuk memastikan bahwa pelaksanaan pembangunan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
“Kami mengharapkan bahwa proses pembangunan dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan kualitas yang maksimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Selaras dengan itu, Rahmat Mirzani Djausal melakukan inspeksi langsung untuk memantau kemajuan perbaikan beberapa ruas jalan di Kabupaten Lampung Tengah, pada Jumat (3/4/2026).
Dalam kunjungan itu, Gubernur menekankan bahwa pembangunan jalan merupakan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. “Jalan yang baik akan meningkatkan nilai hasil pertanian, memperlancar distribusi, serta mendukung aktivitas sosial masyarakat seperti akses menuju sekolah dan tempat ibadah,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan perbaikan hampir 200 kilometer jalan provinsi pada tahun 2026. Khusus di Lampung Tengah, tingkat kelayakan jalan ditargetkan naik dari 89 persen menjadi 98 persen.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqillah, menjelaskan bahwa ruas yang direnovasi adalah jalur utama dengan mobilitas yang tinggi. Aktivitas ekonomi di kawasan tersebut didorong oleh pasar-pasar besar seperti Kalirejo, Bangunrejo, dan Poncowarno, serta sektor pertanian, perkebunan, hingga kendaraan berat dari industri material bangunan.
“Karena tingginya volume kendaraan, konstruksi jalan di desain lebih kokoh agar memiliki daya tahan lama,” jelasnya.
Total penanganan pada tiga ruas jalan mencapai sekitar 17 kilometer, terdiri dari Kalirejo–Bangun Rejo ±6 kilometer, Padang Ratu–Kalirejo ±7 kilometer, dan Padang Ratu–Pekurun Udik ±4 kilometer.
Pembangunan dilakukan menggunakan kombinasi beton dan aspal dengan mempertimbangkan kondisi tanah serta beban lalu lintas, dilengkapi dengan sistem drainase untuk mencegah genangan air.
Di akhir pernyataannya, Ni Ketut berharap kerjasama antara DPRD dan pemerintah daerah dapat terus terjaga. “Semoga program pembangunan infrastruktur ini dapat berjalan dengan lancar dan memberi manfaat yang luas kepada masyarakat,” pungkasnya.
Perubahan mulai dirasakan oleh masyarakat. Jalan yang sebelumnya dalam kondisi buruk kini perlahan menjadi lebih baik, mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari dan meningkatkan produktivitas ekonomi. (Red)




























