LAMPUNG — Kondisi lingkungan dan ancaman bencana di berbagai wilayah tanah air kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, keprihatinan mendalam datang dari seorang jurnalis asal Provinsi Lampung, Muhammad Aini, S.H. Ia secara terbuka menyampaikan rasa prihatinnya terhadap kondisi geografis dan potensi kerentanan lingkungan di Pulau Kalimantan, khususnya terkait ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Melalui pandangan yang disampaikannya, Aini mendesak pemerintah pusat—khususnya Presiden Republik Indonesia—untuk mengambil langkah taktis yang cepat, sigap, dan gerak cepat (gercep) dalam mengantisipasi potensi bencana tersebut sebelum dampaknya meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat maupun ekosistem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalimantan adalah salah satu paru-paru dunia sekaligus rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa. Kita tidak boleh menunggu bencana kebakaran hutan terjadi secara masif baru kemudian sibuk memadamkan. Presiden bersama kementerian dan lembaga terkait harus segera menginstruksikan langkah pencegahan yang proaktif, terukur, dan melibatkan partisipasi aktif pemerintah daerah serta masyarakat setempat,” ujar Aini dalam keterangannya di Lampung, Minggu (25/10/26).
Menurutnya, mitigasi bencana berbasis pencegahan (preventif) jauh lebih efektif dibandingkan penanggulangan darurat pasca-kejadian. Mengingat karakteristik lahan di beberapa wilayah Kalimantan yang rentan mengalami kekeringan dan kebakaran saat musim tertentu, pengawasan ketat terhadap aktivitas pembukaan lahan, kesiapan posko siaga darurat, serta penegakan hukum yang tegas terhadap oknum pembakar lahan menjadi kunci utama yang mendesak untuk segera direalisasikan.
Aini berharap seruan ini dapat menggugah kesadaran kolektif para pemangku kebijakan di tingkat nasional untuk menaruh perhatian serius terhadap keselamatan lingkungan di Kalimantan, demi melindungi kelestarian alam serta kesehatan jutaan warga yang tinggal di wilayah tersebut.
Seperti kita ketahui, beredar luas dalam video yang disiarkan oleh warga, keadaan di Kalimantan sangat miris. Keadaan langit pada siang hari di Kalimantan manguning akibat tertutup asap tebal dari kebakaran hutan semakin meluas. (Red)




























