METRO LAMPUNG – Direktur Rumah Sakit yang baru, dr. Hasril Syahdu, M.K.M., mulai menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan sekaligus pendapatan rumah sakit melalui berbagai inovasi dan penguatan layanan unggulan.
Langkah ini dilakukan untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompetitif, meningkatkan kepuasan pasien, serta memastikan keberlanjutan operasional rumah sakit di tengah tuntutan efisiensi dan mutu layanan.
dr. Hasril Syahdu menerapkan strategi penguatan layanan unggulan, seperti optimalisasi layanan spesialis, peningkatan fasilitas penunjang medis, digitalisasi sistem pelayanan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Selain itu, dilakukan evaluasi sistem rujukan dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BPJS Kesehatan dan mitra swasta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya, dr. Hasril Syahdu menyampaikan bahwa rumah sakit harus mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat. “Rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga harus dikelola secara profesional, inovatif, dan berorientasi pada mutu serta kepuasan pasien,” ujarnya di RS setempat pada Kamis, (15/01/2025).
Ia menambahkan, dengan menghadirkan pelayanan unggulan yang berkualitas, rumah sakit diharapkan mampu menarik lebih banyak pasien, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta berdampak langsung pada peningkatan pendapatan rumah sakit.
Ke depan, manajemen RS di bawah kepemimpinan dr. Hasril Syahdu, M.K.M. menargetkan rumah sakit menjadi rujukan utama di wilayahnya, dengan pelayanan yang cepat, aman, dan berstandar tinggi.
Inovasi, Harapan dan Program Unggulan
dr. Hasril Syahdu menyebutkan, alat-alat kesehatannya insya Allah sudah mendukung, dokternya juga sudah mendukung, dokter spesialis seperti dokter bedah, penyakit dalam, anak, kebidanan itu ada.
Selain itu, dokter penyakit syaraf juga ada atau neurologi, dokter penyakit jiwa juga ada, dokter patologi klinik ada, dokter patologi anatomi ada,
Munculkan Inovasi.
Sebelum inovasi itu muncul, apa sih visi dari Rumah Sakit Sumber Sari Bantul itu sendiri?
Sumber Sari Bantul itu visinya mengikuti visi dan misi Wali Kota Metro.
Nah, visi sumber sari bantul itu sendiri yaitu optimalkan pelayanan, sejahterakan karyawan.
Dirinya pun siap optimalisasi pelayanan yaitu, medis dan pelayanan administrasi.
Pelayanan medis tentang kepastian jam pelayanan, tentang pelayanan itu dengan mutunya, keselamatan pasiennya dipikirkan, kenyamanannya dipikirkan, itu adalah optimalkan pelayanan secara medis, jelasnya.
“Nah, kalau dia secara administratif, itu optimalkannya ketika ada klaim dengan BPJS, itu tidak ada pending, tidak ada dispute, nah itu artinya administrasi pelayanan bisa berjalan dengan baik, urainya Hasril.”
Ketika pelayanan medis sudah baik, pelayanan administrasi sudah baik, otomatis tugas saya adalah mensejahterakan karyawan yang ada, tegasnya.
Jadi berangkat dari situ, saya sebagai pemimpin yang diberikan amanah oleh Pak Wali Kota, saya harus memanfaatkan sumber daya yang ada, yang ada di sumber Sari Bantul. Baik terkait anggaran, baik terkait sumber daya manusianya itu saya optimalkan. Bagaimana caranya ini bisa menjadi lebih baik dari yang kemarin, tambanya.
”Lebih baik tentang sumber daya manusianya, lebih baik tentang pelayanannya, lebih baik tentang pendapatannya, lebih bai,” ucapnya.
Ia pun berharap jumlah kunjungan di rumah sakit Sumber Sari Bantul itu bisa bertambah, khususnya pasien-pasien rawat inap.
Harapannya, digenjot dengan ambulan ini maka, jumlah kunjungan baik pasien rawat jalan maupun rawat inapnya meningkat.
Masih katanya dr. Hasril, RS yang ia pimpin membuat pelayanan unggulan
rehabilitasi dengan pasien-pasien. Dan, pasien-pasien jiwa, beserta pasien HIP dan AID, dan pasien-pasien rehabilitasi narkoba, itu pun menjadi program unggulan di 2026, urainya.
”Jadi, nggak usah nyari kemana-mana nih, kalau dengan pasien-pasien yang memang kayak rehabilitasi struk, rehabilitasi narkoba,
untuk rehabilitasi HIP, AID, itu kita sudah ada disini. Jadi, itu menjadi titik prioritas pelayanan unggulan kita,” ucapnya.
dr. Hasril pun berharap pihak eksekutif dan jajaran dalam hal ini adalah Pak Wali Kota, Kepala Dinas Kesehatan, beserta jajaran yang lain, itu membantu untuk mendukung inovasi-inovasi yang dia luncurkan di 2026 agar bisa terwujud dengan baik.
“Dengan mengeluarkan secarik kertas SK Wali Kota agar pasien yang PBI daerah yang berjumlah 49.500 jiwa yang didanai oleh APBD Kota Metro. Pasien-pasien itu ketika dirujuk diprioritaskan masuk sumber Sari Bantul” pintanya.
Dengan rujukan prioritas itu, sudah pasti akan meningkatkan yang ada di Rumah Sakit Sumber Sari Bantul. Jadi ada energi saya untuk memperbaiki segala yang ada di Rumah Sakit Sumber tersebut, pungkasnya. (Muhammad Aini)




























