DPRD Lampung Hadiri Pengukuhan Dewan Pendidikan, Perkuat Sinergi Wujudkan Pendidikan Berkualitas

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung — H. Yanuar Irawan, S. E. , M. M. , selaku Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, menghadiri pelantikan Dewan Pendidikan Provinsi Lampung untuk periode 2025–2030 yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Acara ini dihadiri juga oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S. T. , M. T. , berbagai unsur Forkopimda, serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya pada hari Senin (13/4/2026).

Partisipasi DPRD Provinsi Lampung dalam acara ini menunjukkan dukungan konkret terhadap penguatan peran Dewan Pendidikan sebagai mitra strategis bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan standar pendidikan di Provinsi Lampung. DPRD menilai Dewan Pendidikan memainkan peran krusial dalam memberikan masukan, rekomendasi, dan pengawasan terkait kebijakan pendidikan agar lebih tepat sasaran, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pelantikan Dewan Pendidikan Provinsi Lampung untuk periode 2025–2030 ini mengangkat Prof. Syafrimen, M. Ed. , Ph. D. sebagai Ketua, disertai oleh Dr. Asad, S. Ag. , S. Hum. , M. H. , C. Me. sebagai Wakil Ketua, serta Gino, S. Pd. , M. H. sebagai Sekretaris, beserta anggota lainnya yang berasal dari berbagai latar belakang profesional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pidatonya, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan komitmennya untuk masa depan pendidikan di Lampung. Dia menyampaikan harapan yang besar kepada Dewan Pendidikan yang baru saja dilantik.

Saya menitipkan anak-anak kita, masa depan pendidikan, dan masa depan Lampung. Saya mengundang Dewan Pendidikan Provinsi Lampung untuk menjadi partner strategis dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas, demi mewujudkan impian anak-anak Lampung serta aspirasi daerah,” ucap Gubernur.

Gubernur juga menekankan pentingnya menyelesaikan berbagai masalah pendidikan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor bisnis. Dia menekankan bahwa fokus utama dalam pembangunan pendidikan ke depan adalah peningkatan kualitas guru dan sistem pendidikan, memperkuat koneksi dengan dunia kerja, memastikan pemerataan akses pendidikan hingga daerah terpencil, serta menjamin tidak ada anak di Lampung yang terpaksa putus sekolah.

Sejalan dengan ini, DPRD Provinsi Lampung meyakini bahwa sejumlah kebijakan dari Pemerintah Provinsi Lampung, seperti penghapusan komite sekolah di tingkat SMA negeri dan program pendidikan gratis, merupakan langkah strategis yang harus terus diawasi agar tepat sasaran dan berkelanjutan. Upaya membebaskan puluhan ribu ijazah yang terhambat akibat tunggakan biaya pendidikan dinilai sebagai tindakan nyata dari pemerintah untuk mendukung masyarakat.

DPRD menegaskan niatnya untuk terus memantau dan mendukung kebijakan pendidikan agar dapat menjangkau seluruh segmen masyarakat, termasuk menurunkan angka putus sekolah hingga nol persen pada tahun 2026.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung, Prof. Syafrimen, M. Ed. , Ph. D. , mengungkapkan adanya sejumlah tantangan di sektor pendidikan, mulai dari ketidakmerataan akses dan kualitas antar daerah hingga kurang optimalnya hubungan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Dia menyebutkan bahwa dari sekitar 110 ribu lulusan SMA/SMK setiap tahunnya, hanya sebagian kecil yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Selain itu, tingkat literasi, numerasi, serta penguatan karakter juga perlu ditingkatkan.

DPRD Provinsi Lampung menganggap berbagai tantangan ini sebagai hal penting yang perlu diperhatikan oleh semua pihak. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan Dewan Pendidikan, diharapkan pembangunan sektor pendidikan di Provinsi Lampung semakin inklusif, berkualitas, dan mampu menghasilkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional dan global. (Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kepala Disdikbud Metro: Penguasaan Bahasa Inggris Saat Ini Menjadi Kebutuhan Dasar Bagi Generasi Muda
Prinsip Timbal Balik Yaitu Hak dan Kewajiban antara Pemerintah dan Rakyat  Wajib Dijalankan Sungguh-sungguh 
Kasus Bocor Data, DPP KAMPUD Lapor PRESIDEN dan MENPANRB: Cabut WBK BPN Bandar Lampung
MUSDA Daerah Provinsi Jawa Barat, DPD AWI Lampung Ucapkan Selamat dan Sukses
OPINI: Otoriter dan Kebijakan Politik Hingga Negara Bisa Bangkrut Rakyat Jadi Tumbal
Kasus Dugaan Ungkap Data Pribadi, DPP KAMPUD Lapor Irjen dan Menteri ATR: Evaluasi WBK dan WBBM BPN Bandar Lampung
Tingginya Kriminalitas Dimana-mana Menunjukkan Krisis dan Rusaknya Tatanan Sosial
Ketua DPRD Lampung dan Ketua Komisi V Hadiri Sholat Idul Adha Bersama Gubernur di Masjid Raya Al-Bakrie
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:42 WIB

Kepala Disdikbud Metro: Penguasaan Bahasa Inggris Saat Ini Menjadi Kebutuhan Dasar Bagi Generasi Muda

Senin, 6 Juli 2026 - 15:38 WIB

Prinsip Timbal Balik Yaitu Hak dan Kewajiban antara Pemerintah dan Rakyat  Wajib Dijalankan Sungguh-sungguh 

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:22 WIB

Kasus Bocor Data, DPP KAMPUD Lapor PRESIDEN dan MENPANRB: Cabut WBK BPN Bandar Lampung

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:04 WIB

MUSDA Daerah Provinsi Jawa Barat, DPD AWI Lampung Ucapkan Selamat dan Sukses

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:33 WIB

OPINI: Otoriter dan Kebijakan Politik Hingga Negara Bisa Bangkrut Rakyat Jadi Tumbal

Berita Terbaru