Metro Lampung — Universitas Ma’arif Lampung (UMALA) Metro kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang akademik. Tiga program studi di lingkungan UMALA berhasil meraih akreditasi “Unggul” secara berturut-turut. Selain itu, seluruh program studi yang ada di universitas tersebut kini telah mengantongi status terakreditasi, menandai komitmen kuat dalam menjaga mutu pendidikan tinggi.
Hal demikian disampaikan Rektor UMALA Metro, Dr. Agus Setiawan, M.H.I., saat sambutan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana sebanyak 598 Peserta di Kampus setempat jalan RA. Kartini, Metro Utara, Kota Metro Lampung pada Selasa, (28/04/2026).
Rektor UMALA menyampaikan bahwa capaian ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global. Ia juga menegaskan komitmen universitas untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan seluruh program studi yang kini telah terakreditasi, UMALA optimistis dapat menjadi salah satu perguruan tinggi yang unggul dan terpercaya dalam mencetak generasi muda yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Alhamdulillah, tiga program studi di UMALA telah berhasil meraih akreditasi ‘Unggul’ secara berturut-turut, dan seluruh prodi yang ada sudah terakreditasi. Saat ini, kami juga sedang dalam proses pengurusan izin Program Doktoral (S3) Studi Islam. Semoga dalam waktu dekat izinnya keluar sehingga alumni pascasarjana memiliki ruang untuk melanjutkan studi doktoral di UMALA,” ujar Dr. Agus Setiawan, M.H.I..
Selain penguatan internal, UMALA juga membuktikan eksistensinya di kancah global. Saat ini, UMALA memiliki dua jurnal internasional yang terindeks Scopus, sebuah prestasi membanggakan yang menjadi satu-satunya di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di wilayah tersebut.
Kepada para wisudawan, Rektor memberikan pesan mendalam melalui metafora kisah legendaris Biksu Tong dan Sun Go Kong. Ia mengibaratkan kehidupan pasca kampus sebagai perjalanan mencari kitab suci ke Barat, di mana setiap orang akan bertemu dengan berbagai karakter rekan kerja, mulai dari yang keras, pemalas, hingga penurut.
”Tugas Anda bukan mengeluhkan karakter tim yang berbeda-beda, tetapi tetap fokus dan konsisten pada tujuan utama. Selama Anda memiliki keteguhan dan fokus terhadap tujuan, insyaallah kesuksesan pasti akan diraih,” tambahnya.
Dr. Agus Setiawan juga mengingatkan bahwa ijazah bukan sekadar bukti akademis, melainkan sebuah kontrak sosial dengan masyarakat dunia. Menurutnya, dunia saat ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi sangat membutuhkan orang-orang yang peduli, memiliki empati, dan mampu menjadi solusi atas masalah masyarakat.
Rektor menutup pidatonya dengan menekankan bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak diukur dari jabatan, melainkan dari seberapa luas manfaat yang ditebarkan. Ia memberikan contoh nyata semangat belajar melalui KH Anwar Nawawi, pengasuh pondok pesantren berusia 67 tahun yang turut diwisuda pada program Magister (S2) hari ini.
”Ini memberikan contoh kepada kita semua bahwa belajar itu tidak kenal waktu dan umur. Semangat perubahan harus menjadi integritas terbesar Anda, dengan komitmen belajar sepanjang hayat dan terus berkhidmat untuk umat,” pungkas Rektor.
Keberhasilan ini melibatkan seluruh sivitas akademika UMALA, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas akademik dan tata kelola institusi. (Red)





























