Ket foto: Djundi Mubarok (Siswa X OTO 5), Reyhan Dwi Kusuma (Siswa XI TK), Fardan Saefudin (Siswa X TM 1. Ketiga nya ini
akan berkompetisi dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan seluruh Indonesia.
METRO – SMK Muhammadiyah 2 Metro kembali menunjukkan taringnya di kancah nasional. Demi mengukir prestasi dan membawa pulang kebanggaan bagi sekolah serta daerah, tiga siswa terbaik sekolah ini resmi diberangkatkan untuk mengikuti ajang bergengsi (IPB Championship 2026) yang digelar di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketiga siswa berprestasi tersebut yakni Djundi Mubarok (Siswa X OTO 5), Reyhan Dwi Kusuma (Siswa XI TK), Fardan Saefudin (Siswa X TM 1. Ketiga nya ini
akan berkompetisi dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan seluruh Indonesia.
Mereka dijadwalkan mengikuti rangkaian lomba yang berlangsung mulai tanggal 29 hingga 31 Mei 2026.
Kepala SMK Muhammadiyah 2 Metro, Eko Atmojo, mengungkapkan rasa bangga sekaligus harapan besarnya terhadap delegasi sekolah tahun ini.
Menurutnya, keikutsertaan para siswa di ajang nasional bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan pembuktian kualitas mutu pendidikan di Kota Metro.
“Ini adalah momentum penting. Kami mengirimkan putra-putra terbaik bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi demi prestasi dan kebanggaan SMK Muhammadiyah 2 Metro. Kami ingin membuktikan bahwa siswa SMK dari Kota Metro mampu bersaing dan bersinar di tingkat nasional,” ujarnya melalui rilisnya pada Kamis, (28/05/2026).
Ajang IPB Championship sendiri merupakan kompetisi tahunan berskala nasional yang menguji inovasi, kreativitas, dan kemampuan akademik para pelajar.
Keikutsertaan SMK Muhammadiyah 2 Metro kali ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi dan tidak takut bersaing di level yang lebih tinggi, pintanya.
Persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari. Di bawah bimbingan guru-guru pendamping yang kompeten, ketiga siswa tersebut telah melewati masa karantina dan simulasi intensif untuk memantapkan mental serta penguasaan materi lomba. (Red)





























