Metro — Kepala SMAN 2 Metro menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program GOW Goes To School yang digelar di lingkungan sekolah tersebut. Kegiatan ini dinilai memberikan dampak positif bagi siswa dalam meningkatkan pemahaman tentang berbagai isu penting, sekaligus mendorong pembentukan karakter generasi muda yang lebih berkualitas.
Program yang diinisiasi oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Metro Lampung ini berlangsung pada Kamis (30/04/2026) bertempat di SMAN 2 Metro. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan siswa serta didukung oleh para guru dan tenaga kependidikan.
Kepala SMAN 2 Metro, Astri Mela Agustin, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan GOW Goes To School ini. Materi yang disampaikan sangat relevan dan dibutuhkan oleh para siswa sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dikutip infometrokota.go.id.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
tersebut sebagai bagian dari. pembinaan karakter siswa. Ia menilai edukasi tentang perencanaan masa depan menjadi kunci dalam mencegah pernikahan dini.
“Sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membentuk pola pikir dan kesiapan mental siswa. Edukasi seperti ini sangat membantu dalam memperkuat pemahaman mereka,” ujarnya dikutip
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. “Kami berharap program ini bisa menjadi edukasi jangka panjang yang terus memberikan manfaat nyata bagi siswa,” lanjutnya.
Ketua GOW Kota Metro, Nidia Irine Rafieq, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelajar terkait berbagai isu, seperti kesehatan remaja, pendidikan karakter, hingga pencegahan perilaku negatif di kalangan generasi muda. Materi disampaikan melalui sesi interaktif, diskusi, serta pemaparan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya.
Para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi dengan para pemateri.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara sekolah dan organisasi masyarakat dapat terus terjalin, sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi generasi muda di Kota Metro.
Kegiatan yang diikuti secara antusias oleh para siswa ini juga diisi dengan sesi dialog interaktif. Pelajar diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan remaja, mulai dari pergaulan hingga tekanan sosial yang berpotensi mendorong pernikahan dini.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, upaya pencegahan pernikahan dini diharapkan mampu memperkuat kualitas generasi muda sebagai aset bangsa di masa depan. (red)





























