Cuma Karena Gegara Undangan, Tuan Rumah Hajatan Tembak Tetangga yang Membagikan Diduga Kesal

- Penulis

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Timur — Seorang warga bernama Pendi (42) tewas ditembak tetangganya, Andi Rustam, di Dusun 1 Desa Negri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur, Kamis (2/7). Peristiwa tersebut dipicu perselisihan terkait pembagian undangan pesta khitanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula ketika pelaku, Andi Rustam atau akrab disapa Popon, meminta bantuan korban Pendi untuk menyebarkan undangan khitanan anaknya yang direncanakan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026.

Pelaku menanyakan perkembangan penyebaran undangan yang telah diserahkan kepada korban beberapa hari lalu. Karena keterbatasan tidak bisa membaca, korban berinisiatif menyerahkan undangan pesta khitanan tersebut kepada temannya untuk dibantu disebarkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendengar penjelasan itu, pelaku tersinggung hingga memicu kesalahpahaman. Perdebatan sengit terjadi hingga pelaku emosi langsung  mengambil senjata api rakitan dan menembak korban.

Korban langsung tewas di tempat kejadian akibat luka tembak serius di bagian kepala dan kehabisan darah sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

Pasca penembakan tersebut, pelaku langsung kabur melarikan diri dari lokasi kejadian. Warga yang geger kemudian melaporkan peristiwa ini ke aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Pelindung.

Tak lama setelah menerima laporan, petugas Polsek Gunung Pelindung dan Polres Lampung Timur tiba di lokasi melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.

Hasan, kerabat korban saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa penembakan yang mengakibatkan korban Pendi meninggal dunia. Hasan mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari kerabatnya siang hari, lantaran ia sedang berada di Kota Bandar Lampung untuk suatu keperluan.

“Saya dapat kabar dari paman korban melalui telepon siang tadi sekitar pukul 13.00 WIB. Katanya, korban Pendi meninggal ditembak oleh Popon panggilan akrab pelaku Andi Rustam ini,” kata Hasan, Kamis (2/7) malam.

Hasan mengaku tidak mengetahui secara persis kronologi kejadian yang menimpa korban. Namun, berdasarkan cerita yang ia terima, peristiwa tragis ini bermula dari masalah undangan pesta khitanan.

“Pelaku menanyakan kepada korban, apakah undangannya sudah dibagikan atau belum. Korban menjawab sudah, tapi dititipkan. Mungkin hal itu membuat pelaku emosi, hingga terjadi peristiwa berdarah yang mengakibatkan korban meninggal dunia akibat luka tembak di kepala,” ujar Hasan.

Ia juga menambahkan bahwa pelaku dan korban, sebenarnya masih memiliki hubungan keluarga. Istri korban, merupakan saudara sepupu dari pelaku.

“Jenazah korban saat ini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bandar Lampung. Kami sekeluarga dan tetangga masih menunggu kedatangan jenazah korban,” katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP M Iksir saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut. Kendati demikian, Ia belum bisa menjelaskan secara detail mengenai kronologi maupun motif pasti dari penembakan itu.

“Benar, tapi untuk detail kronologis peristiwa dan motif sebenarnya nanti diinfokan lebih lanjut. Mohon bersabar, karena saat ini masih dalam proses penyelidikan, “kata dia melalui pesan singkat WhatsApp seperti dikutip CNNIndonesia.com, Jum’at (3/7.

Sementara itu, tak berselang lama dalam vidio yang beredar, pelaku telah ditangkap. Dihadapan petugas pelaku menceritakan kalau hal ini benar ia lakukan karena undangan. (Red / CNN).

Sumber berita: CNNIndonesia

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Astaga!!!  Pinjamkan Identitas untuk Kredit Truk, Warga Waway Karya Berujung Tuntutan Pidana
Polres Lamtim: Nenek Sakdiyah Meninggal Bukan saat Penggerebekan
Alif Suherly Masyono Berencana Melayangkan Somasi Terhadap Walikota Metro Dampak Sampah yang Menumpuk
Rapat Paripurna HUT ke-27 DPRD Lampung Timur, Kebersamaan dan Kekompakan harus Dijaga 
Ketua Bawaslu Lampung Timur Lailatul Khoiriyah menghadiri Upacara Peringatan HUT RI ke-81 dan HUT DPRD Lampung Timur yang ke-27 tahun
Viral!! Beredar Sarung Tangan Bercampur Dalam Nasi MBG, Kepala SPPG Yosorejo 2 Bungkam Saat Dikonfirmasi
Kesabaran Warga Karangrejo Akhirnya Pecah, Sekitar 500 Warga menggelar Aksi Demonstrasi
DPRD: Controlled Landfill Tak Cukup, Pemkot Metro Harus Berani Investasi Teknologi
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:48 WIB

Astaga!!!  Pinjamkan Identitas untuk Kredit Truk, Warga Waway Karya Berujung Tuntutan Pidana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Polres Lamtim: Nenek Sakdiyah Meninggal Bukan saat Penggerebekan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Alif Suherly Masyono Berencana Melayangkan Somasi Terhadap Walikota Metro Dampak Sampah yang Menumpuk

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Rapat Paripurna HUT ke-27 DPRD Lampung Timur, Kebersamaan dan Kekompakan harus Dijaga 

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Ketua Bawaslu Lampung Timur Lailatul Khoiriyah menghadiri Upacara Peringatan HUT RI ke-81 dan HUT DPRD Lampung Timur yang ke-27 tahun

Berita Terbaru