Gindha Ansori Wayka Sebut MBG Program Mulia Presiden Prabowo Diduga jadi Bancakan Oknum

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gindha Ansori Wayka, Koordinator Presidium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah Lampung (KPKAD) yang juga Direktur Kantor Hukum Gindha Ansori Wayka (Law Office GAW) dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Cinta Kasih (LBH CIKA) di Bandar Lampung, Sabtu 14/02/2026.

 

Sepuluhdetik.online, Bandarlampung — Sekilas Program mulia yang digeĺontorkan Presiden Prabowo yang menyisir generasi muda bangsa khususnya Kaum Pelajar di Indonesia dengan Program menyentuh langsung berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak ada masalah, ternyata di internal dapur banyak persoalan dari dugaan tindak pidana pencurian oleh relawan hingga dugaan pemerasan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak lainnya termasuk oknum lurah/kepala desa, camat hingga oknum penegak hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini diungkap Gindha Ansori Wayka, Koordinator Presidium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah Lampung (KPKAD) yang juga Direktur Kantor Hukum Gindha Ansori Wayka (Law Office GAW) dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Cinta Kasih (LBH CIKA) di Bandar Lampung, Sabtu 14/02/2026.

 “Berdasarkan hasil tim investigasi KPKAD di lapangan khususnya di Provinsi Lampung di tengarai sejumlah Pemilik Dapur MBG merasa diperas oleh oknum SPPG, lurah/kepala desa, camat hingga penegak hukum”, papar Gindha

Lebih lanjut GAW sapaan akrab Gindha menjelaskan bahwa keluhan ini disampaikan langsung oleh beberapa pemilik Dapur MBG kepada timnya di Lapangan, adapun modus oknum SPPG dengan meminta sejulah uang hasil bulanan pemilik dapur dan mengancam tidak akan memproses administrasi laporan dengan benar dan akan membuat dapur MBG menjadi bermasalah jika tidak diberi sejumlah uang setiap bulannya dengan kisaran bervariatif.

Ada yang mencapai 15 hingga 20 juta perbulan yang diterima oleh oknum SPPG yang memeras dari tiap pemilik dapur MBG tersebut selain gaji dari negara yang diterima resmi oleh SPPG, ini khan termasuk kategori menghambat program mulia presiden”, lanjut Pria berdarah Negeri Besar Way Kanan dan Gunung Terang Tulang Bawang Barat ini.

Ditambahkan Gindha, Program mulia Presiden Prabowo ini memiliki dasar hukum yang kuat diantaranya Dasar hukum utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia didominasi oleh peraturan yang membentuk Badan Gizi Nasional (BGN), terutama Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional beserta turunan peraturannya, oleh karena program ini berdasar hukum, maka dihimbau Pihak-Pihak untuk tidak menibulkan persoalan dalam program mulia ini.

MBG ini jelas berdasar hukum dengan demikian pola kerja pemilik dapur, relawan, SPPG dan pihak luar lainnya dilarang untuk membuat persoalan yang dapat menghambat program ini”, Tambah Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Hukum Pidana FH Unila ini.

Selain itu, Gindha menjelaskan bahwa SPPG itu digaji negara dan saat ini telah diangkat oleh negara menjadi Pegawai PPPK dan digaji oleh negara setiap bulannya, seharusnya oknum tersebut tidak melakukan hal-hal demikian, yang apabila menjadi keluhan dan masalah maka SPPG tersebut dapat kehilangan pekerjaannya, diberhentikan dari SPPG dan terancam dipenjara karena melakukan tindak pidana pemerasan”, Jelas Akademisi Hukum Universitas Swasta ternama di Lampung ini.

Selain dugaan pemerasan dari oknum SPPG, gindha menjabarkan ada juga Pemilik Dapur yang harus menyetor kepada oknum lurah, camat dan penegak hukum setiap bulannya kisarannya 500 ribu hingga 1 juta rupiah dengan dalih memperlancar dan mengamankan kegiatan MBG jika tidak diberikan oknum tersebut menggunakan perangkat lain mengganggu dapur MBG dengan berbagai cara, kondisi ini sangat miris dan perilaku oknum tersebut tidak mendukung dan menghambat program Pemerintah dan seharusnya diberhentikan.

Oknum lurah, camat hingga penegak hukum yang diduga terlibat dalam menerima setoran setiap bulannya jika tidak diberi maka yang bersangkutan akan mengganggu pemilik dapur dan dipersoalankan setiap waktu, seharusnya oknum yang seperti ini diberhentikan karena tidak mendukung program Presiden”, jabar gindha.

Dalam kesempatan tersebut Gindha juga menghimbau agar pemilik dapur MBG tidak memberikan apapun mulai saat ini kepada siapapun oknum termasuk SPPG, Lurah/Kepala Desa hingga penegak hukum, menurutnya lebih baik uang yang dibancak oknum tersebut dimaksimalkan dalam peningkatan dan pemenuhan nilai gizi makanan para generasi bangsa tersebut.

Daripada uangnya diberikan terhadap oknum-oknum yang memeras tersebut, mendingan diakumulasikan kedalam peningkatan nilai gizi yang harus diberikan kepada siswa”, himbau Gindha.

Selain itu, Gindha membuka ruang kepada siapapun khususnya pemilik dapur untuk menyampaikam keberatan dan laporannya melalui direct message (DM) Tiktok An.Gindha Ansori Wayka dan melalui email gindhaansoriwayka.com.

Siapa saja pemilik dapur yang merasakan hal yang sama terkait oknum-oknum ini, dapat menyampaikan laporan dan keberatannya melalui DM tiktok dan email dengan mencantumkan identitas lengkap untuk menghindari fitnah”, pungkasnya. 

(Rls JMI)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kepala Disdikbud Metro: Penguasaan Bahasa Inggris Saat Ini Menjadi Kebutuhan Dasar Bagi Generasi Muda
Prinsip Timbal Balik Yaitu Hak dan Kewajiban antara Pemerintah dan Rakyat  Wajib Dijalankan Sungguh-sungguh 
Kasus Bocor Data, DPP KAMPUD Lapor PRESIDEN dan MENPANRB: Cabut WBK BPN Bandar Lampung
MUSDA Daerah Provinsi Jawa Barat, DPD AWI Lampung Ucapkan Selamat dan Sukses
OPINI: Otoriter dan Kebijakan Politik Hingga Negara Bisa Bangkrut Rakyat Jadi Tumbal
Kasus Dugaan Ungkap Data Pribadi, DPP KAMPUD Lapor Irjen dan Menteri ATR: Evaluasi WBK dan WBBM BPN Bandar Lampung
Tingginya Kriminalitas Dimana-mana Menunjukkan Krisis dan Rusaknya Tatanan Sosial
Ketua DPRD Lampung dan Ketua Komisi V Hadiri Sholat Idul Adha Bersama Gubernur di Masjid Raya Al-Bakrie
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:42 WIB

Kepala Disdikbud Metro: Penguasaan Bahasa Inggris Saat Ini Menjadi Kebutuhan Dasar Bagi Generasi Muda

Senin, 6 Juli 2026 - 15:38 WIB

Prinsip Timbal Balik Yaitu Hak dan Kewajiban antara Pemerintah dan Rakyat  Wajib Dijalankan Sungguh-sungguh 

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:22 WIB

Kasus Bocor Data, DPP KAMPUD Lapor PRESIDEN dan MENPANRB: Cabut WBK BPN Bandar Lampung

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:04 WIB

MUSDA Daerah Provinsi Jawa Barat, DPD AWI Lampung Ucapkan Selamat dan Sukses

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:33 WIB

OPINI: Otoriter dan Kebijakan Politik Hingga Negara Bisa Bangkrut Rakyat Jadi Tumbal

Berita Terbaru