Lampung Tengah — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Ni Ketut Dewi Nadi, S. T. , bersama dengan Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M. M. , turut serta dalam acara peletakan batu pertama untuk proyek pembangunan ruas Jalan Bandar Jaya–Simpang Mandala yang berlangsung di Kabupaten Lampung Tengah, pada hari Senin (27/4/2026).
Acara ini menjadi simbol bagi dimulainya pembangunan jalan yang ditetapkan sebagai salah satu fokus utama oleh Pemerintah Provinsi Lampung untuk meningkatkan konektivitas daerah dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengungkapkan bahwa ruas jalan Bandar Jaya–Simpang Mandala menjadi prioritas karena tingkat kepadatan kendaraan yang signifikan dan berfungsi sebagai jalur penting bagi pergerakan masyarakat serta distribusi barang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, pembangunan telah dimulai bulan ini. Insya Allah, meskipun sesuai kontrak selesai pada bulan Desember, kami berupaya mempercepat agar bisa selesai pada bulan September,” jelas Jihan.
Ia menambahkan bahwa pembangunan ini akan menggunakan konstruksi beton kaku untuk memastikan kekuatan dalam menampung beban kendaraan berat. Selain memperbaiki permukaan jalan, proyek ini juga mencakup peningkatan sistem drainase untuk mengurangi genangan dan menjaga kualitas jalan dalam jangka panjang.
Ni Ketut Dewi Nadi mengungkapkan bahwa DPRD Provinsi Lampung mendukung upaya percepatan pembangunan infrastruktur jalan, karena dampaknya langsung terasa oleh warga terutama dalam mempermudah mobilitas serta distribusi hasil pertanian dan perdagangan.
“Pembangunan jalan ini sangat krusial bagi masyarakat. Kami di DPRD memberikan dukungan penuh terhadap program perbaikan infrastruktur, sekaligus akan menjalankan fungsi pengawasan agar pelaksanaannya tepat waktu dan sesuai dengan standar,” tuturnya.
Komisi IV DPRD Provinsi Lampung berharap agar pembangunan ruas Bandar Jaya–Simpang Mandala dapat berjalan dengan baik dan menjadi bagian dari usaha meningkatkan kualitas jalan provinsi di Lampung Tengah serta wilayah lainnya secara bertahap dan berkelanjutan. (Red)





























