METRO — Baru-baru ini, RSUD Jend Ahmad Yani Metro menerima kunjungan dari Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat, Dr. Rukijo, S. E. , M. M serta Deputi Direksi BPJS Wilayah III, Anurman Huda.
Dalam kunjungan itu, Dr. Rukijo, S. E. , M. M. , menyampaikan bahwa mereka sebelumnya telah melakukan evaluasi langsung ke berbagai fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Jend Ahmad Yani Metro.
“Kami dari BPJS Kesehatan telah mendatangi berbagai tempat pelayanan kesehatan, dari Klinik Utama Santa Maria sampai RSUD Jend Ahmad Yani Kota Metro untuk melihat secara langsung bagaimana pelayanan terhadap pasien, terutama peserta BPJS Kesehatan,” ungkap Rukijo baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Dr. Rukijo dari Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat, pelayanan di RSUD Jend Ahmad Yani saat kunjungan tersebut menunjukkan bahwa seluruh proses pelayanan kesehatan telah dilaksanakan dengan baik, mulai dari akses masyarakat yang mudah, kecepatan dalam pelayanan, hingga mutu layanan yang disediakan oleh fasilitas kesehatan kepada para peserta BPJS.
“Alhamdulillah, secara keseluruhan pelayanan berjalan dengan baik, baik bagi peserta mandiri, PBI, maupun PPU yang merupakan pekerja penerima upah. Mereka berpartisipasi aktif sebagai peserta dan merasakan sendiri manfaat dari jaminan kesehatan melalui pelayanan yang ada di fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Jend Ahmad Yani Metro, Eko Hendro Saputra mengkonfirmasi kunjungan BPJS Kesehatan Pusat yang berlangsung beberapa waktu lalu di RSUD Jend Ahmad Yani.
Dalam kunjungan itu, menurut Eko Hendro, ia menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas layanan RSUD Jend Ahmad Yani Metro kepada pasien BPJS Kesehatan di Bumi Sai Wawai.
Eko menjelaskan bahwa, berdasarkan angka dari indikator mutu rumah sakit secara nasional, tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan di RSUD Jend Ahmad Yani Metro di tahun 2025 tercatat mencapai 85%.
“Angka tersebut telah sesuai dengan target yang ditetapkan dan juga menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Eko kepada Media Lampungcentral. id pada Selasa, 02 Juni 2026.
Selain itu, data lainnya menunjukkan persentase keterisian tempat tidur (BOR) mencapai 71,59%, sedangkan standar BOR yang ideal menurut Kemenkes adalah antara 60 hingga 80%.
“Rata-rata kunjungan ke poliklinik setiap hari mencapai 384 pasien menunjukkan antusiasme serta kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Jend Ahmad Yani Metro,” ungkap Eko.
Namun, Eko mengakui masih ada beberapa hal yang memerlukan perhatian dan evaluasi di RSUD Jend Ahmad Yani Metro untuk mewujudkan visi rumah sakit yang unggul dalam bidang Pelayanan dan Pendidikan.
“Manajemen RSUD Jend Ahmad Yani terus berupaya untuk memperbaiki diri dengan menambah fasilitas, sarana prasarana serta alat kesehatan yang modern, meningkatkan profesionalisme serta kompetensi sumber daya manusia, memperbaiki mutu pelayanan dan keselamatan pasien, mencapai kemandirian dalam pengelolaan keuangan, serta menjadikan rumah sakit sebagai lembaga yang mampu menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang kesehatan,” pungkas Eko.
(Red)





























