Keterangan foto: ilustrasi wanita hijab yang dianjurkan dalam Islam bagi kaum wanita agar terhindar dari azab neraka serta mencegah dari hal negatif. / Tangkapan layar: IG markazdakwah.almakna
Sepuluhdetik.online — Perempuan Muslimah yang tidak menutup aurat akan mendapatkan dosa, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya. Dalam Islam, menutup aurat merupakan kewajiban, dan melanggarnya dianggap sebagai perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama.
Rasulullah SAW menegaskan hal ini dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Dalam sabda beliau, dijelaskan mengenai konsekuensi bagi perempuan yang mengabaikan kewajiban menutup aurat, yang berbunyi:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: (1) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam). (2) Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk surga, serta tidak dapat akan mencium bau surga, padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (HR. Muslim).
Tidak hanya itu, sengaja tidak menutup aurat bagi perempuan muslimah dianggap sebagai pelanggaran serius dalam ajaran Islam dan dapat mengakibatkan berbagai konsekuensi dosa, seperti dikutip dari Antaranews.com Sabtu (18/07/2026), antara lain:
1. Menjadi penghuni neraka
Perempuan yang tidak menutup auratnya selama hidup di dunia diancam akan menjadi penghuni neraka. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa ada dua golongan ahli neraka yang belum pernah beliau lihat, salah satunya adalah perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak dapat mencium baunya.
2. Dosa mengalir kepada orang tua dan suami
Apabila seorang perempuan tidak menutup auratnya, dosa tidak hanya ditanggung oleh dirinya sendiri, tetapi juga dapat mengalir kepada ayahnya sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab atas pendidikan dan bimbingan anak-anaknya. Jika sudah menikah, suaminya juga turut menanggung dosa tersebut.
3. Dianggap sebagai wanita penggoda atau murahan
Perempuan yang kerap memamerkan auratnya dapat dianggap sebagai wanita penggoda atau murahan, yang dapat mengundang fitnah dan merendahkan martabatnya di mata masyarakat.
4. Berpotensi menjadi korban kejahatan
Tidak menutup aurat dapat meningkatkan risiko perempuan menjadi korban kejahatan, seperti pelecehan atau tindakan kriminal lainnya, karena dapat menarik perhatian negatif dari orang-orang yang berniat buruk.
5. Hilangnya rasa malu dan diperbudak oleh nafsu
Perempuan yang mengumbar auratnya cenderung kehilangan rasa malu, yang merupakan benteng moral dalam menjaga kehormatan diri. Selain itu, mereka dapat menjadi budak dari nafsu dan keinginannya sendiri, yang menjauhkan mereka dari nilai-nilai spiritual dan ketaatan kepada Allah SWT.
Dengan menyadari betapa pentingnya menutup aurat, Muslimah diharapkan dapat lebih bijak dalam bersikap, baik di lingkungan nyata maupun di dunia digital, guna menghindari perbuatan dosa dan mempertahankan kehormatan sebagai wanita beriman. (Red /Antara)




























