Puluhan Pekerja Paruh Waktu Dinas LH Metro Mengadu ke DPRD, Diduga Ada Pemotongan THR dari Rp1,2 Juta jadi Rp300 Ribu

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sepuluhdetik.online, Metro — Puluhan pekerja paruh waktu di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro pada Senin (16/3/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk mengadukan dugaan pemotongan Tunjangan Hari Raya (THR) yang seharusnya mereka terima.

 

Para pekerja yang sebagian besar bertugas sebagai petugas kebersihan tersebut mengaku kaget setelah mengetahui besaran THR yang diterima jauh lebih kecil dari yang dijanjikan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Salah satu perwakilan pekerja menyampaikan bahwa awalnya mereka diinformasikan akan menerima THR sebesar Rp1,2 juta. Namun saat pencairan, nominal yang diterima hanya sekitar Rp300 ribu per orang.

 

“Kami telah teken senilai Rp1,2 dan awalnya diberitahu akan menerima THR sebesar Rp1,2 juta, tapi ketika pagi ini kami menerima kabar dari keuangan bahwa dan ini nilai 1,2 jadi Rp300. Kami merasa ada pemotongan yang tidak jelas,” ujar salah satu pekerja saat menyampaikan aspirasi di kantor DPRD Metro.

 

Para pekerja berharap DPRD Kota Metro dapat memfasilitasi klarifikasi dari pihak DLH Kota Metro serta memastikan hak-hak mereka sebagai pekerja paruh waktu terpenuhi secara transparan.

 

Menanggapi pengaduan tersebut, sejumlah anggota DPRD Metro belum menerima perwakilan pekerja dan sekira pukul 13.00 mereka masih menunggu.

Para pekerja berharap adanya kejelasan serta solusi yang adil terkait dugaan pemotongan THR tersebut, terutama menjelang perayaan Hari Raya yang sebentar lagi tiba.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas LH Kota Metro belum memberikan klarifikasi terkait informasi ini, sehingga berita ini butuh informasi lebih lanjut guna keberimbangan. (Muhammad Aini)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

SDN 5 Metro Timur Terkesan Halangi Tugas Jurnalis, Gerbang Tertutup, Wartawan Yang Mau Meliput Berkirim Surat Terlebih Dahulu
SMK Muhammadiyah 2 Metro Serius Laksanakan Program Revitalisasi Nasional dari Kemendikdasmen
Siswa SMK Muhammadiyah 2 Metro Melaksanakan TKA Dengan Tertib Aturan Sesuai Himbauan
BMKG: Hati-hati Terjadi Kekeringan, Lampung Timur Masuk Status Awas..!! Metro Siaga
Puskesmas Ganjar Agung Metro Barat Berikan Pelayanan Kesehatan Medis Gratis di Acara Mantik
Masalah Hutang Piutang Berujung Debitur Lapor Polisi, Laporan Pasangan DK dan SDM Diduga Ditolak SPK Polres Metro
BAZNAS Metro Eksis dalam Mengelola dan Menyalurkan Bantuan
Kadisdikbud Metro Bersuara! Profesi Guru Harus Dihormati, Kasus Perselisihan Guru dan Wali Murid Bergulir ke Ranah Hukum
Berita ini 129 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:46 WIB

SDN 5 Metro Timur Terkesan Halangi Tugas Jurnalis, Gerbang Tertutup, Wartawan Yang Mau Meliput Berkirim Surat Terlebih Dahulu

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:06 WIB

SMK Muhammadiyah 2 Metro Serius Laksanakan Program Revitalisasi Nasional dari Kemendikdasmen

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Siswa SMK Muhammadiyah 2 Metro Melaksanakan TKA Dengan Tertib Aturan Sesuai Himbauan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:24 WIB

BMKG: Hati-hati Terjadi Kekeringan, Lampung Timur Masuk Status Awas..!! Metro Siaga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:51 WIB

Masalah Hutang Piutang Berujung Debitur Lapor Polisi, Laporan Pasangan DK dan SDM Diduga Ditolak SPK Polres Metro

Berita Terbaru