Diduga Ada Unsur Kesengajaan, Pencairan Anggaran Advertorial Media Diduga Tebang Pilih di Sekretariat DPRD Metro

- Penulis

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sepuludetik.online, Metro — Proses pencairan anggaran advertorial media di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Metro menuai sorotan. Sejumlah insan pers mengeluhkan adanya dugaan perlakuan tidak adil atau tebang pilih dalam realisasi anggaran tersebut.

 

Kondisi ini memunculkan kecurigaan adanya unsur kesengajaan dalam pengelolaan anggaran publik yang seharusnya dilakukan secara transparan dan akuntabel.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Polemik mencuat terkait pencairan anggaran advertorial media yang diduga tidak merata. Beberapa media mengaku belum menerima pencairan anggaran, sementara media lainnya disebut telah lebih dahulu mendapatkan realisasi dana.

 

“Saya heran dengan pengelolaan pencairan anggaran media di Sekretariat DPRD Metro. Kok bisa sudah ada yang cair dan ada yang belum. Padahal saya datang di hari pertama sama seperti  yang lainnya saat diberitahukan kalau akan teken SPJ,” ungkap salah satu  media, Kamis (19/03/2026).

 

“Bisakah lebih profesional dikit dan bekerja dengan tulus tidak adanya tebang pilih. Saya datang di hari pertama saat diumumkan untuk teken. Namun, sampai di sekretariat terkesan saya tidak dilayani meskipun saya sudah berulang kali ingin meminta dibuatkan SPJ. Namuna saya tunggu sampai sore belum juga jadi ada apa ini,” sesal salah seorang media.

 

“Keesokan harinya, lanjut nya, saya datang kembali untuk menandatangani SPJ hingga sore hari pun tetap sama, dengan alasan sabar. Apakah ini bukan dinamakan tebang pilih dan unsur kesengajaan,” tegasnya.

 

Media ini berharap, kedepannya tidak ada lagi orang semacam ini untuk pelayanan. Kepada pihak Sekwan agar segera mengganti orang semacam ini, sehingga tidak terjadi miskomunikasi di kemudian hari.

 

Sementara itu, dikonfirmasi melalui Whatsapp-nya, staf bagian yang membidangi kerjasama advertotial media, membantah tidak demikian, kalau semua tidak bisa sekaligus.

 

“Semuanya banyak Bang. Ada 80 media yang sudah dicairkan terlebih dahulu, karena banyak. Dan, itu butuh proses terlebih dulu,” kata Ida salah satu staf.

 

“Coba silakan abang tanya aja dengan Pak Kus. Karena kalau saya jelasin ke Abang  juga percuma nggak nyambung dan nggak akan paham,” tuturnya Rosida.

 

Dengan demikian maka, diduga terdapat ketidakterbukaan dalam mekanisme pencairan anggaran. Beberapa pihak menilai adanya kemungkinan faktor kedekatan, preferensi tertentu, atau alasan non-teknis lainnya yang memengaruhi prioritas pencairan dana. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi yang komprehensif dari pihak terkait.

 

Sejumlah insan pers berharap adanya klarifikasi resmi dari Sekretariat DPRD Kota Metro guna menjelaskan mekanisme pencairan anggaran secara transparan. Mereka juga meminta agar prinsip keadilan dan profesionalitas dijunjung tinggi, mengingat anggaran tersebut bersumber dari keuangan daerah.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat DPRD Kota Metro belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tebang pilih dalam pencairan anggaran advertorial media tersebut. Sehingga berita ini butuh informasi lebih lanjut guna ke berimbangan. (Tim)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Hak Jawab/Klarifikasi: Kejari Metro Sebut Tidak Ada Intimidasi dan Restorative Justice dalam Perkara Oknum Bos Debt Collector (Ari Ubenz)
Polemik RJ Ari Ubenz Memanas..!!!, Dugaan Intimidasi Korban Jadi Sorotan Publik
Sejak Dipimpin dr. Hasril Syahdu, M.KM., RS. Sumber Sari Bantul Metro Alami Peningkatan Signifikan
Polemik RJ Bos Debt Collector di Metro, Matta Institute Ingatkan Pentingnya Rasa Keadilan
Dr. Rukijo dari Dewan Pengawas Sebut Seluruh Proses Pelayanan Kesehatan telah Dilaksanakan Dengan Baik
Mulai Hari ini, Mari..!!! Manfaatkan Keringanan Pajak dan Balik Nama Kendaraan
Usai Viral Diberitakan hingga Dugaan Pengusiran Wartawan, Papan Plang Nama Proyek Rehab Kantor KCP Bulog Metro Baru Dipasang
Didampingi Beberapa Koalisi Organisasi Pers di Metro, Dugaan Pengusiran Wartawan di Kantor KCP Bulog Metro Resmi Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:21 WIB

Hak Jawab/Klarifikasi: Kejari Metro Sebut Tidak Ada Intimidasi dan Restorative Justice dalam Perkara Oknum Bos Debt Collector (Ari Ubenz)

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:11 WIB

Polemik RJ Ari Ubenz Memanas..!!!, Dugaan Intimidasi Korban Jadi Sorotan Publik

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:36 WIB

Sejak Dipimpin dr. Hasril Syahdu, M.KM., RS. Sumber Sari Bantul Metro Alami Peningkatan Signifikan

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:24 WIB

Polemik RJ Bos Debt Collector di Metro, Matta Institute Ingatkan Pentingnya Rasa Keadilan

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:19 WIB

Dr. Rukijo dari Dewan Pengawas Sebut Seluruh Proses Pelayanan Kesehatan telah Dilaksanakan Dengan Baik

Berita Terbaru