Janda Sudah 22 Tahun di Metro Lampung Tidak Pernah Dapatkan Bantuan dari Pemerintah

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sepuluhdetik.online, Metro Lampung – Seorang janda di Kota Metro, Provinsi Lampung, mengaku telah hidup selama 22 tahun tanpa pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah, meskipun kondisi ekonominya tergolong sulit. Kisah ini menjadi perhatian warga sekitar karena selama lebih dari dua dekade ia harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Hal ini terungkap saat wanita paruh baya tersebut berada di dinas sosial Kota Metro dan menggeberkan keluhannya kepada wartawan.

Wanita itu yang namanya dirahasiakan tersebut mengatakan bahwa sejak ditinggal meninggal dunia oleh suaminya pada tahun 2004 silam, ia harus menghidupi dirinya sendiri tanpa dukungan bantuan sosial dari pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah 22 tahun menjadi janda. Selama itu juga saya tidak pernah merasakan bantuan apa pun dari pemerintah, baik bantuan sembako, BLT, maupun bantuan sosial lainnya,” ujarnya saat mengambil bantuan dari Kemensos di Dinsos Metro pada Kamis (5/3/2026).

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, ia sehari-hari bekerja serabutan seperti membantu tetangga mencuci pakaian, membersihkan rumah, hingga kadang berjualan makanan kecil. Penghasilannya pun tidak menentu dan hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Kondisi rumah yang ditempatinya juga terbilang sederhana. Rumah berdinding papan dan beratap seng tersebut sudah cukup lama tidak mendapatkan perbaikan. Meski demikian, ia tetap berusaha bertahan dengan keadaan yang ada.

Menurut penuturan diri dirinya, ia sebenarnya pernah mencoba mengajukan diri agar dapat terdaftar sebagai penerima bantuan sosial. Namun hingga kini namanya belum juga tercatat sebagai penerima bantuan.

“Saya sudah beberapa kali menyampaikan ke aparat setempat, tapi sampai sekarang belum ada kabar. Saya hanya berharap suatu saat bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah,” katanya.

Warga sekitar yang mengetahui kondisi dia juga berharap pemerintah daerah dapat melakukan pendataan ulang terhadap masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan sosial.

“Harapannya pemerintah bisa turun langsung melihat kondisi warga seperti warga yang benar kurang mampu. Supaya bantuan bisa tepat sasaran,” ujar salah satu warga setempat.

Kisah warga Metro ini menjadi gambaran bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, terutama bagi mereka yang hidup sendiri tanpa penopang ekonomi tetap. Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat segera melakukan verifikasi dan pendataan ulang agar bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Bahkan, media ini pun mendapatkan informasi dari sumber berbeda bahwa, dimana satu keluarga Penerima bantuan yang sebelumnya dapat dari daerah Lampung Timur lalu pindah ke Metro terpaksa hilang meskipun telah dilaporkan berulang kali, baik itu Dinas Sosial maupun aparatur Kelurahan setempat. (**)

 

 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Hak Jawab/Klarifikasi: Kejari Metro Sebut Tidak Ada Intimidasi dan Restorative Justice dalam Perkara Oknum Bos Debt Collector (Ari Ubenz)
Polemik RJ Ari Ubenz Memanas..!!!, Dugaan Intimidasi Korban Jadi Sorotan Publik
Sejak Dipimpin dr. Hasril Syahdu, M.KM., RS. Sumber Sari Bantul Metro Alami Peningkatan Signifikan
Polemik RJ Bos Debt Collector di Metro, Matta Institute Ingatkan Pentingnya Rasa Keadilan
Dr. Rukijo dari Dewan Pengawas Sebut Seluruh Proses Pelayanan Kesehatan telah Dilaksanakan Dengan Baik
Mulai Hari ini, Mari..!!! Manfaatkan Keringanan Pajak dan Balik Nama Kendaraan
Usai Viral Diberitakan hingga Dugaan Pengusiran Wartawan, Papan Plang Nama Proyek Rehab Kantor KCP Bulog Metro Baru Dipasang
Didampingi Beberapa Koalisi Organisasi Pers di Metro, Dugaan Pengusiran Wartawan di Kantor KCP Bulog Metro Resmi Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:21 WIB

Hak Jawab/Klarifikasi: Kejari Metro Sebut Tidak Ada Intimidasi dan Restorative Justice dalam Perkara Oknum Bos Debt Collector (Ari Ubenz)

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:11 WIB

Polemik RJ Ari Ubenz Memanas..!!!, Dugaan Intimidasi Korban Jadi Sorotan Publik

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:36 WIB

Sejak Dipimpin dr. Hasril Syahdu, M.KM., RS. Sumber Sari Bantul Metro Alami Peningkatan Signifikan

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:24 WIB

Polemik RJ Bos Debt Collector di Metro, Matta Institute Ingatkan Pentingnya Rasa Keadilan

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:19 WIB

Dr. Rukijo dari Dewan Pengawas Sebut Seluruh Proses Pelayanan Kesehatan telah Dilaksanakan Dengan Baik

Berita Terbaru