METRO – Setelah sempat menjadi sorotan publik akibat aksi dugaan pengusiran wartawan dan dugaan proyek “siluman”, pihak pelaksana proyek rehabilitasi kantor Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bulog Metro akhirnya memasang papan plang nama proyek. Langkah ini diambil setelah pemberitaan terkait transparansi anggaran proyek tersebut viral di berbagai media sosial dan media online.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pada Senin 1 Juni 2026, papan informasi proyek tersebut kini terpampang jelas di area depan kantor KCP Bulog Metro. Plang tersebut memuat informasi krusial yang sebelumnya terkesan disembunyikan, mulai dari nama perusahaan pelaksana, nomor kontrak, hingga nilai proyek yang mencapai ratusan juta rupiah.
Sebelumnya, proyek rehabilitasi ini sempat memicu kegaduhan. Beberapa hari lalu, sejumlah jurnalis yang hendak melakukan fungsi kontrol sosial terkait keterbukaan informasi publik justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Oknum Pegawai Bulog setempat diduga melakukan pengusiran secara verbal dengan menghardik dengan kata kasar, (pergi…!!!!) saat ingin konfirmasi beberapa hari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi tersebut langsung memantik reaksi keras dari berbagai organisasi pers. Pasalnya, tindakan menghalangi tugas jurnalis melanggar UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Selain itu, pengerjaan proyek tanpa papan nama juga dinilai menabrak UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta Perpres tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
“Kami menyayangkan adanya insiden pengusiran kemarin. Namun, dengan dipasangnya plang proyek hari ini, kami melihat ada iktikad baik untuk patuh pada aturan. Masyarakat berhak tahu dari mana asal uang negara ini digunakan,” ujar salah satu perwakilan jurnalis yang mengawal kasus ini.
Dengan terpasangnya papan plang nama ini, diharapkan pengerjaan rehab gedung KCP Bulog Metro dapat berjalan kondusif, transparan, dan sesuai dengan spesifikasi serta target waktu yang telah ditentukan, tanpa harus mencederai kemitraan dengan insan pers.
Hingga berita ini tayang, KCP Bulog Metro belum memberikan klarifikasi dan hak jawabnya terkait informasi yang beredar selama ini. Sehingga, berita ini butuh informasi lebih lanjut guna keberimbangan informasi.
(Tim)





























