YOGYAKARTA – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta memperkuat tata kelola manajemen internal, Tim Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jenderal Ahmad Yani Metro, Lampung, melaksanakan Workshop Penyelenggaraan Pendidikan, di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta, pada Senin (11/5/26).

Workshop ini diikuti oleh jajaran manajemen Diklat, komite penelitian, serta perwakilan tenaga medis RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro.
Direktur RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro melalui Ketua Tim Diklat menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para tenaga kesehatan dan manajemen untuk menyelaraskan standar tata kelola diklat demi mencetak SDM yang lebih kompeten dan inovatif sesuai regulasi terbaru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama tiga hari, para peserta mengikuti diskusi intensif dan sesi berbagi pengalaman untuk mengoptimalkan peran pendidikan dan penelitian di lingkungan rumah sakit”, ujar Manajemen.
Hasil workshop ini, diharapkan dapat segera diimplementasikan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memperkuat fungsi rumah sakit sebagai pusat rujukan pendidikan yang akuntabel dan profesional.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap ilmu, menyamakan persepsi, serta mengadopsi strategi terbaik (“best practices”) dalam mengelola program pendidikan bagi calon tenaga kesehatan, pelatihan kompetensi pegawai, dan fasilitasi penelitian klinis yang berdampak pada pelayanan pasien.
“Kami ingin membawa pulang sistem yang lebih terintegrasi. Pendidikan, pelatihan, dan penelitian adalah pilar penting bagi sebuah rumah sakit untuk terus berkembang. Dengan belajar langsung dari RSUP Dr. Sardjito, kami berharap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro dapat melahirkan inovasi baru dan meningkatkan kompetensi SDM secara berkelanjutan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Selama workshop berlangsung, jalannya acara diisi dengan pemaparan materi oleh tim ahli dari RSUP Dr. Sardjito, diskusi interaktif, hingga kunjungan lapangan (“hospital tour”) untuk melihat langsung fasilitas penunjang diklat dan laboratorium penelitian. Fokus utama pembahasan meliputi manajemen akreditasi institusi pelatihan, tata kelola kaji etik penelitian, serta sinkronisasi program pendidikan dokter dan tenaga kesehatan lainnya.
Melalui kegiatan ini, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro berkomitmen untuk segera mengimplementasikan hasil workshop guna mempercepat transformasi rumah sakit menuju pusat pelayanan kesehatan yang unggul, berbasis bukti scientifik, dan didukung oleh SDM yang kompeten di wilayah Kota Metro dan sekitarnya.
Dipilihnya RSUP Dr. Sardjito sebagai lokasi workshop bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu rumah sakit rujukan nasional dan rumah sakit pendidikan utama, RSUP Dr. Sardjito dinilai memiliki sistem pengelolaan diklat dan penelitian yang sangat maju dan terakreditasi dengan baik. (Red)





























