Foto: Tangkapan layar @garongelitt, Selasa, 19/05/2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
LAMPUNG – Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Wartawan Indonesia (DPD AWI) Provinsi Lampung mengecam keras aksi arogansi seorang oknum yang mengancam akan memukul hingga menggorok leher seorang wartawan. Video ancaman yang dinilai sangat mencederai kemerdekaan pers tersebut mendadak viral di platform media sosial TikTok dan memicu kemarahan insan pers nasional.
Ketua DPD AWI Provinsi Lampung, Muhammad Aini, S.H., menyampaikan pernyataan sikap tersebut secara resmi di Sekretariat DPD AWI Lampung pada Selasa (19/5/2026). Selain melayangkan kecaman, AWI Lampung juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polsek Mauk hingga jajaran Kepolisian Resor (Polres) Tangerang yang bergerak cepat menangkap pelaku pengancaman tersebut.
Aksi pengancaman itu sendiri diketahui terjadi di wilayah hukum Tangerang saat seorang jurnalis sedang melakukan tugas jurnalistik di lapangan. Rekaman video yang memperlihatkan pelaku melontarkan kata-kata kasar dan ancaman pembunuhan (“gorok”) kemudian diunggah oleh berbagai akun hingga viral di TikTok sejak beberapa hari terakhir.
“Kami mengecam keras segala bentuk intimidasi, apalagi ancaman pembunuhan terhadap jurnalis yang sedang bertugas. Tugas wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Tindakan pelaku adalah premanisme yang tidak bisa ditoleransi,” tegas Ketua DPD AWI Lampung.
Di sisi lain, DPD AWI Lampung memuji respons kilat kepolisian. “Kami mengapresiasi kinerja cepat Polres Tangerang yang langsung meringkus pelaku tanpa menunda-nunda. Ini membuktikan bahwa polisi profesional dan hadir untuk melindungi masyarakat serta pilar keempat demokrasi,” tambahnya.
DPD AWI Lampung berharap agar proses hukum terhadap pelaku dikawal ketat hingga tuntas demi memberikan efek jera, sekaligus menjadi peringatan bagi siapapun agar tidak bertindak semena-mena terhadap jurnalis.
Seperti diketahui, seorang oknum tersebut telah meminta maaf akan tetapi proses hukum tetap berlanjut guna efek jera. Dan saat ini telah ditangani oleh pihak kepolisian. (Red)
Sumber berita: akun tiktok @garongelitt





























